22:30, itulah angka yang nampak pada jam di peron jalur 6 Stasiun Gubeng Surabaya. Saat kereta bisnis Mutiara Timur jurusan Surabaya – Banyuwangi (Jember) melangkahkan kaki besinya pergi meninggalkan stasiun menuju tempat pemberhentian berikutnya. Saat dimana Dia duduk dengan tenang di kursi 9A gerbong Bisnis 3. Saat dimana Aku melambaikan tangan dari luar jendela kepadanya. Saat dimana Aku harus berpisah dengan Dia setelah apa yang terjadi pada 21:30 tadi. Saat dimana Aku seolah sudah dan akan merindukan senyum manis dari bibirnya. Saat dimana Aku harus pergi berlawanan arah dengan Dia, meninggalkan stasiun dalam ganasnya malam…
18:20, waktu sewaktu HP ku bergetar pertanda ada SMS masuk, oh… dari Dia. Dia bilang akan pergi ke Jember. Dia bilang minta diantar ke Stasiun Gubeng. Dia bilang baru pertama kali naik kereta ke Jember dan takut sendirian di Stasiun. Dia bilang kereta berangkat pukul 22:30, terlalu larut bagi seorang cewek menurutku. Dia bilang nanti jam 9-an udah ada di Rolak. Dia bilang terima kasih karena Aku telah bersedia mengantarkannya. Dia bilang minta ditemani dan diantar sampai ke dalam kereta nantinya, karena stasiun pasti sepi, tentunya…
21:30, tepat ketika Kami tiba di Stasiun. Aku dan Dia pun mencari toko untuk membeli minuman. Aku dan Dia pun sama-sama bingung mencari jalur kereta yang akan dilewati nanti. Aku dan Dia pun memutuskan untuk duduk di peron dekat jalur 6. Aku dan Dia pun saling mengenal satu sama lain sembari mencairkan suasana malam yang dingin, kata Dia. Aku dan Dia pun saling tersenyum dan tertawa satu sama lain. Aku dan Dia pun terkejut ketika ada seorang kakek yang mengajak kita ngobrol, alumni UNESA nampaknya, kakek itu asik kalau lagi ngobrol. Aku dan Dia pun tersenyum ketika melihat kakek tadi mengajak ngobrol orang lain disamping kami satu persatu. Aku dan Dia pun setuju bahwa jika sudah tua nanti kami juga akan seperti itu, karna, kesepian. Aku dan Dia pun saling berpandangan, seolah Kami (Aku) tidak ingin berpisah, sekarang, ah andai Dia tau…
20:50, jam dirumahku menunjukkan dirinya. Aku barusan pulang dari kos-kosan teman. Aku langsung liat HP, dan ada sms dari Dia. Aku cepat-cepat pamitan ke ortu karna Dia sudah menunggu di Rolak. Aku tak ingin membuatnya menunggu terlalu lama. Aku langsung naik motor dan menjemput Dia di persimpangan. Aku terpesona sekejap melihat paras sinar wajahnya, Dia tampak anggun dengan pakaian yang Dia pakai. Aku terpaksa balik ke rumah lagi karna Dia ndak bawa Helm. Aku mengajak Dia ngobrol di sepanjang perjalanan malam itu. Aku menanyakan kenapa Dia lebih memilih UNESA daripada UNEJ, karena Aku tau Dia juga diterima di UNEJ. Aku juga menanyakan kenapa Dia tidak melanjutkan sekolah pramugarinya. Aku tau kalau Dia bingung, bagaimana bisa Aku tau semua tentang Dia. Aku sadar kalau bukan hanya paras wajahnya yang cantik, namun kepribadiannya juga menarik. Aku merasakan suatu gejolak di hatiku, namun Aku tepis itu. Aku tau Dia sudah punya pacar. Aku tak ingin dicap sebagai perusak hubungan orang, meski Aku pun tau, melupakan Dia sama halnya dengan mencoba mengenal orang yang tak ku kenal…
Untuk Dia,
09 Oktober 2009
1:30



buset… koment gue di hapus tentang kejelasan si dia… kwkwkwkwk.
oke guy’s ,nupang promosi kunjungi aja
http://diazscript.wordpress.com/2009/11/11/gambar-vector-lucunik-lucu-unik/
lo tmenin di2 operasi?
dianya sapa itu?? wekekekeke
whheeeeyyy,,, so sweet kak,,,
jadi pingin sedih,,,,
sektha,
ini siapa sih “Dia” itu??
aku tha??
aku kan dya…
wkwkwkwkwk…
.ehemM eheMm,.
Blog ini telah di kunjungi dalam rangka membuat rekor blogwalking terbanyak dalam 1 hari dan menulis komentar dalam 1 hari dan anda di mohon untuk memberikan dukungan pada saya dengan menulis komentar
di sini
Terimakasih